Senin, 25 Juni 2012

RESEP / CARA JITU MEMBUAT JUDUL PENELITIAN SKRIPSI / TESIS


Seringkali kita mendengar keluhan rekan mahasiswa yang belum mendapat judul penelitian.  Padahal ia sudah diburu waktu untuk menyelesaikan tugas penelitian pendahuluan atau tugas akhir penelitian.  “Apakah kamu sudah dapat judul penelitian ? Apa judul penelitiannya ?”  Begitulan pertanyaan yang sering  terdengar di kalangan rekan mahasiswa.
Judul seringkali lebih popular dibicarakan dibandingkan dengan topik penelitian, walaupun sebenarnya topik penelitian jauh lebih penting didahulukan dibandingkan dengan judul penelitian.  Mengapa ? Bisa jadi karena dengan mengetahui judul penelitian  maka  seakan-akan “penelitian sudah dalam genggaman, tinggal diteruskan”.  Alasan lain adalah judul akan “tertulis jelas, mudah dilihat di cover depan penelitian”, sedangkan topik tidak tertulis nyata dan harus banyak berfikir dulu sebelum menentukannya.   Benarkah demikian ? Ada sedikit benarnya  tetapi perlu dipahami bahwa judul penelitian hanyalah sekedar “kulit” penelitian atau bagian kecil dari penelitian, sedangkan topik penelitian sesungguhnya merupakan “isi atau jiwa” dari penelitian itu sendiri.

Sebelum ditelaah lebih lanjut mari kita lihat definisi dari judul penelitian.  Judul penelitian adalah suatu kalimat singkat dan padat yang menggambarkan  suatu penelitian.   Sebenarnya pembuatan judul penelitian adalah urutan kesekian dalam tahapan-tahapan penelitian.  Judul bisanya dibuat setelah seorang peneliti telah berhasil menentukan topik  penelitian.   Bahkan ada dosen pembimbing penelitian yang menyarankan agar judul penelitian dibuat setelah penulisan penelitian itu selesai.  Mengapa ? karena judul penelitian merupakan bagian dari topik penelitian, sedangkan topik penelitian adalah   pokok permasalahan penelitian, sehingga bila sudah mengetahui topik penelitian, maka judul bisa belakangan disusun.
Namun demikian tetap saja judul penelitian sangat menarik untuk dibicarakan dan ditelaah.  Karena selain akan jelas tertulis di cover depan, dalam judul penelitian biasanya terdapat penekanan, kata-kata yang menarik, batasan penelitian, metode penelitian  dan variable penelitian yang akan diteliti.  Masih pusing menentukan judul penelitian ?  Berikut adalah tips / cara membuat  judul penelitian yang menarik dan berbobot.  Judul sebaiknya  :

1.      Singkat, jelas dan berbobot.  Usahakan jumlahnya tidak lebih dari 25 kata.  Judul penelitian harus singkat karena menggambar efektivitas dan efisiensi. Judul jangan terlalu panjang karena akan membingungkan, dan membuat orang berfikir panjangtentang apa focus penelitiannya
2.      Harus sesuai dengan topik penelitian.  Judul yang baik harus merupakan perwujudan dari topik penelitian.  Pembaca akan akan dapat mengetahui atau membayangkan isi dari penelitian, teori yang digunakan, metodologi yang dipakai.    Misalnya judul “PENGARUH TINGKAT RISIKO PEMBIAYAAN MUSYARAKAH TERHADAP RETURN ON ASSET (ROA) PADA PT BPR SYARIAH AMANAH RABBANIAH BANJARAN-BANDUNG “.  Perhatikan judul ini :
a.         “PENGARUH a terhadap b ” kata pengaruh menunjukkan metode yang digunakan adalah regresi sederhana atau korelasi sederhana, dengan tambahan pembahasan misalnya deskriptif demografik responden, deskriptif jawaban esponden, grafik dan lain-lain.
b.          TINGKAT RISIKO PEMBIAYAAN MUSYARAKAH TERHADAP RETURN ON ASSET (ROA).  Menunjukkan dua variabel yang akan diteliti yaitu TINGKAT RISIKO PEMBIAYAAN MUSYARAKAH (Variabel X, independen variabel) dan RETURN ON ASSET (ROA) (Variabel Y, dependen variabel)
c.         PADA PT BPR SYARIAH AMANAH RABBANIAH BANJARAN-BANDUNG.  Menunjukkan studi kasus yang diteliti, dibatasi hanya terjadi di PT BPR SYARIAH AMANAH RABBANIAH BANJARAN-BANDUNG.  Jadi kesimpulan yang didapat hanya berlaku lokal yaitu di BPR tersebut, dengan metode penelitian kuantitatif yang mengarah pada pengambilan kesimpulan yang mengerucut (deduktif).
3.      Tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku.  Judul penelitian berbeda dengan judul judul koran  atau headline suatu majalah yang begitu bombastis dan provokatif agar laku dijual.  Judul juga tidak boleh bertentangan dengan norma yang berlaku seperti norma agama, sosial, budaya dan etika, misalnya adanya unsur penghinaan terhadap kelompok, agama atau nabi tertentu.  Judul yang mengandung kata yang tidak sopan juga dilarang.
4.      Tidak menimbulkan interpretasi Ganda.  Misalnya judul “ Analisis Kultur Budaya dan pengaruhnya terhadap kecenderungan   terjadinya Pengangguran di daerah  X.   Judul ini banyak menimbulkan prasangka “ Apakah yang dimaksud pengangguran adalah unemployment (tidak bekerja) atau underemployment (kadang bekerja, kadang tidak ) ?
5.      Tidak provokatif.  Judul penelitian haruslah netral dan hanya merupakan dugaan, yang kemudian diteliti dengan menjunjung nilai ilmiah yang tinggi dan tidak memihak atau mengarahkan pembaca.
6.      Bukan merupakan kalimat Tanya.  Bila menggunakan kalimat Tanya ini adalah judul yang tidak lazim, sangat jarang ditenui karena ini dapat menggambar keraguan dari peneliti.   Misalnya judul “ Analisis pengaruh cover majalah terhadap minat baca ?”  Perhatikan tanda tanya  menunjukkan keraguan.
(Sumber :Usman Rianse dan Abdi.   Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomi (2008:44), diolah)
Berikut adalah beberapa contoh judul penelitian Ekonomi Syariah yang dapat dijadikan rujukan :
1. MODEL PERENCANAAN PROGRAM PELATIHAN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN EKONOMI SYARIAH (Studi Deskriptif Pada Program Pelatihan Kewirausahaan PROMAG MULIA di LP2ES Daarut Tauhiid Bandung)
2. PENGARUH BANTUAN MODAL DAN SIKAP KEWIRAUSAHAAN TERHADAP PENDAPATAN ANGGOTA MISYKAT (Studi tentang Microfinance Syariah Berbasis Masyarakat di Kecamatan Sukasari Kota Bandung)
3. ANALISIS DISKRIMINAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MENJADI NASABAH BANK SYARIAH DAN NON BANK SYARIAH (Studi pada Nasabah Bank Muamalat Indonesia Cabang Bandung dan Nasabah Bank Konvensional di Kota Bandung)
4.PENGARUH TINGKAT RISIKO PEMBIAYAAN MUSYARAKAH TERHADAP RETURN ON ASSET (ROA) PADA PT BPR SYARIAH AMANAH RABBANIAH BANJARAN-BANDUNG
5.ANALISIS MUTU LAYANAN ELECTRONIC DELIVERY CHANNEL DALAM KAITANNYA DENGAN KEPUASAN NASABAH (Studi Deskriptif terhadap Mutu Layanan Electronic Delivery Channel pada Bank Jabar Syariah Bandung)
6. PENGARUH PERUBAHAN JUMLAH DANA PIHAK KETIGA DALAM JENIS TABUNGAN MUDHAROBAH TERHADAP NILAI BAGI HASIL YANG DIBERIKAN BANK SYARIAH KEPADA NASABAHNYA PADA PT. BANK MUAMALAT INDONESIA
7.PENGARUH TINGKAT RISIKO PEMBIAYAAN TERHADAP TINGKAT PROFITABILITAS BANK SYARIAH (Penelitian pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk.)
8.PENGARUH PENDAPATAN BAGI HASIL MUDHARABAH TERHADAP PROFITABILITAS PADA BNI SYARIAH
9. PENGARUH NON PERFORMING LOAN TERHADAP PROFITABILITAS ( Suatu kasus pada PT. Bank Syariah Mandiri )
10. PENGARUH TINGKAT RISIKO PEMBIAYAAN TERHADAP TINGKAT LIKUIDITAS BANK SYARIAH (Penelitian pada BPR Syariah Amanah Rabbaniah) BANJARAN BANDUNG
11. ANALISIS KONTRIBUSI PENDAPATAN BAGI HASIL DAN PENDAPATAN JUAL BELI TERHADAP PENDAPATAN OPERASI PADA BANK SYARIAH (Studi Kasus pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar